kolesterol jahat



Penelitian Mengatakan Bahwa Faktor Keturunan Mungkin Disebabkan Oleh Kecenderungan Bawaan Terhadap Kolesterol Tinggi Dalam Darah Sebagai Akibat Memakan-Makanan Yang Mengandung Lebih Banyak Lemak Dan Kolesterol. Kecenderungan Menuju Penyakit Jantung Bawaan Juga Bisa Tercermin Dari Faktor Risiko, Seperti Diabetes, Hipertensi Dan Obesitas Bawaan.
Pemusatan Kolesterol Darah Maupun Lemak Dalam Sel-Sel Tubuh Yang Kadarnya Tinggi Juga Dapat Disebabkan Karena Faktor Bawaan. Walaupun Kecenderungan Ini Diwarisi, Tetapi Tidak Selalu Berkembang. Melihat Kondisi Karena Semakin Tua, Kemampuan Mekanisme Kerja Bagian-Bagian Organ Tubuh Seseorang Juga Akan Semakin Menurun. Semakin Lama Usia Organ Tubuh Itu Bekerja Maka Semakin Menumpuk Pula Kotoran-Kotoran, Dalam Hal Ini Kolesterol Yang Menyertai Aktivitas Organ Tubuh Tersebut.
Bila Pla Hidup Yang Salah Dikombinasikan Dengan Faktor-Faktor Genetik Yang Bisa Menyebabkan Persoalan Kolesterol, Proses Terbentuknya Atherosklerosis Seolah-Olah Dipercepat.  Keadaan Ini Potensial Meningkatkan Terjadinya Penyakit Kardiovaskuler Pada Usia Dewasa. Misalnya, Pada Wanita Sebelum Masa Menopause Mempunyai Kadar Kolesterol Lebih Rendah Daripada Pria Dengan Usia Yang Sama. Namun Setelah Menopause, Kadar Kolesterol Ldl Pada Wanita Cenderung Meningkat. Faktor Inilah Yang Tidak Mungkin Dapat Diubah.
Orang Dengan Kolesterol Tinggi Dalam Darah Umumnya Tidak Merasakan Apa-Apa. Umumnya Tanpa Gejala. Tidak Pula Disertai Keluhan. Kalaupun Ada, Biasanya Tidak Khas. Pada Mereka Yang Mewarisi Turunan Kelebihan Lemah Dalam Darah Mungkin Memperlihatkan Tanda Adanya Tonjolan Kuning Berisi Lemak Di Kulit (Xanthoma); Penebalan Lapisan Tipis Lemak Di Kulit Kelopak Mata (Xanthelasma); Memiliki Cincin Kelabu Di Sekitar Hitam Mata (Corneal Arcus) Sejak Usia Muda.
Akibat Kolesterol Tinggi Dalam Darah Baru Muncul Setelah Bertahun-Tahun. Prosesnya Umumnya Sudah Dimulai Sejak Usia Muda. Semakin Berlemak Menu Harian Yang Diberikan Sejak Usia Kanak-Kanak, Semakin Cepatt Kemunculan Akibat Kolesterol Tinggi.
Di Negara Barat, Kolesterol Dalam Darah Sudah Tinggi Sejak Usia Anak Dan Remaja. Itu Sebab Penyakit Jantung Koroner, Stroke, Batu Empedu, Perlemakan Hati, Gangguan Ginjal, Sudah Muncul Pada Usia Lebih Muda. Di Kita Kini Kasus Jantung Koroner Dan Stroke Cenderung Menyerang Usia Yang Lebih Muda Juga.
Agar Kolesterol Dalam Darah Tidak Tinggi, Ditempuh Dengan Cara :
1.         Tidak Gemuk
2.         Berat Badan Ideal (Tinggi Badan-100) – 10% Sudah Tidak Dipakai Lagi
Sekarang Dipakai Body Mass Index (Bmi) Yaitu Berat Badan Dalam Kilogram Dibagi Pangkat Dua Tinggi Badan Dalam Meter. Indeks Antara 20-25 Dinilai Ideal. Lebih Dari 25 Digolongkan Gemuk Dan Kegemukan, Sedang Indeks Kurang Dari 20 Digolongkan Kurus.
Kolesterol Tinggi Dalm Darah

Koleserol Tinggi Di Sebabkan Oleh ..
Kadar Kolesterol Dalam Darah Harus Dikendalikan, Terutama Dengan Pengaturan Diet Menurut Pola Makan Sehat. Sangat Dianjurkan Tidak Banyak Makan-Makanan Yang Mengandung Lemak Dan Kalori Berlebihan. Di Samping Itu Dianjurkan Untuk Memilih Makanan Yang Mengandung Banyak Serat, Seperti Buah-Buahan Dan Sayuran. Kadang-Kadang Perlu Juga Mengkonsumsi Obat Penurun Kadar Lemak Darah Yang Sesuai Dengan Anjuran Madu Hitam Pahit .

Ketika Mendengar Kakdar Kolesterol, Apa Yang Terpikir Dalam Benak Anda? Sebagian Orang Pasti Akan Terbayang Rentetan Penyakit Seram Yang Diakibatkannya. Memang Benar, Kolesterol Menjadi ‘Pintu Gerbang’ Bagi Penyakit Jantung Koroner (Pjk) Dan Stroke. Kedua Penyakit Ini Tergolong ‘Bandel’ Untuk Disembuhkan. Oleh Karena Itu, Bukankah Mencegah Kedua Penyakit Degeneratif Ini Lebih Baik. Mencegah Berarti Menurunkan Kadar Kolesterol Tinggi Dalam Darah Yang Sudah Terlanjur Naik Untuk Mencapai Angka Seimbang.
Buah Dan Sayur Sudah Lama Dikenal Mengandung Nutrisiyang Baik Untuk Mengatasi Kolesterol Tinggi Dalam Darah. Kandungan Vitamin Dan Serat Makanannya Terbukti Mampu Menaklukan Kolesterol Yang Sudah Terlanjur Menolak. Cara Yang Ditawarkan Adalah Dengan Terapi Jus.

Namun, Bisa Berubah Menjadi Kolesterol Tinggi Dalam Darah. Kolesterol Berubah Menjadi Jahat Jika Kadarnya Dalam Tubuh Melebihi Normal. Kelebihan Kolesterol Akan Disimpan Dan Menempel Di Dingin Pembuluh Darah Hingga Menimbulkan Pengapuran (Aterosklerosis). Ia Bagaikan Karat Yang Kian Menebal Dalam Alur Pipa. Kolesterol Melekat Lapis, Perlahan Tanoa Disadari Penderitanya. Akibatnya Aliran Darah Yang Melewati Pembuluh Darah Menjadi Tidak Lancar. Oksigen Yang Dibawa Darah Uuntuk Mensuplai Jantung Dan Ototmatis Menjadi Lebih Sedikit. Ada Ketidakseimbangan Antara Oksigen Supply Dan Oksigen Demand. Inilah Cikal Bajal Terjadinya Penyakit Jantung Koroner (Pjk) Dan Stroke.
Kolesterol Merupakan Salah Satu Komponen Lemak Yang Ada Dalam Tubuh. Senyawa Ini Sering Dikaitkan Dengan Pola Makan Tinggi Lemak. Sebenarnya Jika Ditelaah Lebih Lanjut, Kolesterol Merupakan Zat Gizi Yang Diperlukan Tubuh.
Mengatasi Kolesterol



Penyakit Diabetes Melitus



Penyakit Diabetes Melitus
      
Diabetes Mellitus Adalah Penyakit Yang Ditandai Dengan Kadar Gula Darah Yang Tinggi Yang Disebabkan Oleh Gangguan Pada Sekresi Insulin Atau Gangguan Kerja Insulin Atau Keduanya. Tubuh Pasien Dengan Diabetes Mellitus Tidak Dapat Memproduksi Atau Tidak Dapat Merespon Hormon Insulin Yang Dihasilkan Oleh Organ Pankreas, Sehingga Kadar Gula Darah Meningkat Dan Dapat Menyebabkan Komplikasi Jangka Pendek Maupun Jangka Panjang Pada Pasien Tersebut.
Diabetes Mellitus (Dm) Dibagi Menjadi Beberapa Tipe. Dm Tipe I Biasanya Menimbulkan Gejala Sebelum Usia Pasien 30 Tahun, Walaupun Gejala Dapat Muncul Kapan Saja. Pasien Dm Tipe I Memerlukan Insulin Dari Luar Tubuhnya Untuk Kelangsungan Hidupnya. Dm Tipe Ii Biasanya Dialami Saat Pasien Berusia 30 Tahun Atau Lebih, Dan Pasien Tidak Tergantung Dengan Insulin Dari Luar Tubuh, Kecuali Pada Keadaan-Keadaan Tertentu. Tipe Dm Lainnya Adalah Dm Gestasional, Yakni Dm Yang Terjadi Pada Ibu Hamil, Yang Disebabkan Oleh Gangguan Toleransi Glukosa Pada Pasien Tersebut.
Saat Ini Jumlah Pasien Dm Tipe Ii Semakin Meningkat, Dikarenakan Pola Hidup Yang Semakin Tidak Sehat, Misalnya Kurang Aktivitas Fisik Serta Pola Makan Yang Tidak Sehat. Faktor Risiko Untuk Dm Tipe Ii Antara Lain: Genetik, Lingkungan, Usia Tua, Obesitas, Kurangnya Aktivitas Fisik, Riwayat Dm Gestasional, Serta Ras Atau Etnis Tertentu.
Gejala Dm Tipe Ii Antara Lain:
·        Rasa Haus Yang Berlebih,
·        Buang Air Kecil Lebih Sering (Frekuensi Terbangun Dari Tidur Untuk Berkemih Saat Malam Hari Menjadi Lebih Sering Dari Biasanya),
·        Banyak Makan,
·        Penurunan Berat Badan Tiba-Tiba Tanpa Sebab Yang Jelas
Diagnosis Ditegakkan Dengan Pemeriksaan Kadar Gula Darah, Yakni Gula Darah Setelah Puasa 8 Jam Atau Gula Darah Sewaktu.
Yang Penting Dilakukan Oleh Pasien Dm Adalah Mengontrol Kadar Gula Darahnya. Kadar Gula Darah Yang Tidak Terkontrol (Selalu Tinggi, Atau Kadang Tinggi Kadang Rendah, Atau Terlalu Rendah) Dapat Menimbulkan Komplikasi Pada Pasien Dm. Komplikasi Jangka Pendek Misalnya Hipoglikemia, Yaitu Keadaan Di Mana Kadar Gula Darah Yang Terlalu Rendah (<70 Mg/Dl). Gejala Yang Dirasakan Pada Saat Pasien Hipoglikemia Adalah Berkeringat, Jantung Berdebar, Rasa Lapar, Dan Gemetar. Jika Tidak Diterapi Segera, Pasien Dapat Kehilangan Kesadaran, Meracau Dan Kejang-Kejang. Komplikasi Jangka Panjang Yang Dapat Terjadi Biasanya Melibatkan Pembuluh Darah Besar Maupun Kecil Serta Sistem Saraf. Komplikasi Dapat Mengenai Organ-Organ Vital Seperti Otak, Jantung, Ginjal, Mata, Persarafan Dan Lain-Lain, Sehingga Diperlukan Pemeriksaan Rutin Secara Teratur.
Ingatlah Untuk Selalu Menjaga Kesehatan Tubuh Anda Dengan Pola Hidup Sehat (Makan Makanan Sehat, Olahraga Teratur, Istirahat Cukup, Pikiran Sehat).